“Untuk saat ini belum ada pengaruh. Kita masih melihat perkembangan,” ujar Direktur Marketing PT Toyota-Astra Motor (TAM) Jap Ernando Demily di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Meski begitu, Jap Ernando mengakui konflik geopolitik berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi global. Jika ketegangan terus meningkat, dampaknya bisa merambat ke berbagai sektor industri, termasuk otomotif.
Menurutnya, stabilitas ekonomi dunia sangat berkaitan dengan permintaan kendaraan. Ketika kondisi ekonomi terganggu, daya beli masyarakat berpotensi ikut melemah sehingga memengaruhi penjualan otomotif.