“Bisnis kami di Indonesia berbasis industri. Kami ingin bangun value chain. Dari sisi jaringan, kami kini memiliki 84 dealer di 48 kota,” katanya.
Penjualan BYD tercatat meningkat 65 persen hingga Maret 2026 dengan pangsa pasar mencapai 41 persen, tertinggi di Indonesia.
Sementara itu, CEO Degree Synergy International Andrea Suhendra menilai pertumbuhan EV didorong semakin banyaknya pilihan model di pasar. Saat ini terdapat 74 model BEV, meningkat tajam dibandingkan 2021 yang hanya 11 model.
Selain itu, harga kendaraan listrik yang semakin kompetitif turut menjadi faktor utama. Kini, banyak model EV yang dibanderol di kisaran Rp300 juta, bahkan lebih rendah.
Dia memprediksi tren pertumbuhan kendaraan listrik akan terus berlanjut, meski ada penyesuaian kebijakan pajak daerah. Menurutnya, konsumen tetap akan memilih EV karena biaya kepemilikan yang lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.
“PHEV layak diberi stimulus tambahan, tetapi bersyarat, karena bisa menjadi jembatan transisi untuk konsumen yang belum sepenuhnya siap ke BEV,” katanya.