Setia menyebut terjadi perubahan preferensi konsumen yang kini mulai beralih ke kendaraan ramah lingkungan. Hal ini menjadi sinyal kuat bagi transformasi industri otomotif nasional. “Kami ingin investasi kendaraan listrik tidak berhenti pada perakitan, tetapi terus berkembang menuju pendalaman struktur industri, termasuk baterai, komponen utama, dan rantai pasok nasional,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara menilai industri otomotif Indonesia tengah mengalami perubahan struktural besar. Dominasi kendaraan berbahan bakar fosil mulai terkikis seiring meningkatnya adopsi kendaraan elektrifikasi.
“Buktinya, penjualan mobil bermesin konvensional terus menurun. Sebaliknya, mobil elektrifikasi meningkat,” ujarnya.
Dia menyebut BEV kini menjadi primadona dengan pangsa pasar mencapai 15,9 persen per Maret 2026, bahkan melampaui hybrid electric vehicle (HEV).
Dari sisi industri, BYD Indonesia menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air. Head of PR & Government BYD Indonesia, Luther T Panjaitan mengatakan, pihaknya terus memperluas jaringan dan menghadirkan produk yang sesuai kebutuhan pasar.