Dia mengklaim sebagian kebutuhan sudah dipenuhi dari produsen nasional. Namun untuk beberapa model, stok disebut habis dan waktu tunggu bisa mencapai satu tahun.
"Semua produk dalam negeri, kami sudah beli semua untuk truk produk roda enam habis sudah tidak ada lagi. Coba sekarang beli Kino pikap atau Mitsubishi Canter, itu udah tidak ada. Nunggu (ketersediaan) produknya paling satu tahun baru bisa," ucap Joao.
Keputusan impor ini disebut sudah dikomunikasikan kepada pemerintah pusat, termasuk pihak pemberi anggaran. Program KDKMP sendiri berjalan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025, dengan PT Agrinas Pangan Nusantara ditunjuk sebagai pelaksana pembangunan fisik.
Adapun total 105.000 unit kendaraan yang didatangkan terdiri atas 35.000 unit pikap 4x4 produksi Mahindra & Mahindra Ltd, 35.000 unit pikap 4x4 dari Tata Motors, serta 35.000 unit truk roda enam dari produsen yang sama. Pengiriman dilakukan bertahap sepanjang 2026 dan sekitar 200 unit pikap Mahindra telah tiba di Indonesia.
Namun, langkah ini menuai kritik dari pelaku industri nasional. Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menilai impor kendaraan dalam bentuk utuh atau completely built up (CBU) berpotensi menekan ekosistem otomotif nasional.
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Saleh Husin menegaskan industri komponen lokal bisa terdampak jika pasar dibanjiri kendaraan impor. Padahal sektor komponen seperti mesin, bodi, sasis, ban, aki hingga sistem elektronik merupakan tulang punggung rantai pasok.
"Semakin kuat produksi komponen otomotif lokal, semakin tinggi TKDN, penyerapan tenaga kerja, dan efek pengganda terhadap perekonomian," kata Saleh Husin, Minggu (22/2/2026).