Rugikan Konsumen dan Produsen Otomotif, Asosiasi Pelumas Perangi Oli Palsu

Dani M Dahwilani
Asosiasi Pelumas Indonesia (Aspelindo) mengungkapkan peredaran pelumas alias oli palsu sangat meresahkan karena menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat. (Foto: iNews.id)

"Masyarakat sulit membedakan mana oli asli dan palsu karena mirip. Ada barcode, segel juga ada, jujur masyarakat sulit membedakan," katanya.

Dia mengungkapkan, untuk membedakan oli pelsu atau bukan bisa dilihat dari harga yang ditawarkan, jika lebih murah dibandingkan harga resminya patut curiga.

"Konsumen tidak bisa membuka botol untuk memeriksanya. Karena membuka botol berarti membeli. Jika kemasan mirip jangan tergiur dengan harga yang murah. Ini tidak sebanding bila mesin mengalami kerusakan. Biaya perbaikannya jauh lebih mahal," ujar Tri.

Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Bengkel Otomotif UMKM Indonesia (PBOIN), Hermas Efendi Prabowo mengatakan, pihaknya sering kedatangan sales pelumas. Mereka datang menawarkan berbagai merek dan silih berganti.

"Kita tidak mengerti mereka bawa oli benar atau bukan. Namun, kami sebagai orang bengkel tahu saat dibuka dan melihat kualitas oli tersebut," katanya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
19 jam lalu

Teknologi Terus Berubah, Valvoline Fokus Kembangkan Pelumas Kendaraan Selama 160 Tahun

1 bulan lalu

Ipone Kembangkan Oli Motor Sport 2 Tak, Unik Berwangi Stroberi

2 bulan lalu

Kembangkan Oli Performa Tinggi dan Mobil Hybrid, Motul Gandeng Toyota Gazoo Racing

2 bulan lalu

Harga Oli Mobil dan Motor Bisa Terus Naik, Produsen Mulai Kencangkan Ikat Pinggang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal