Usut Senpi Kasus Penembakan Anggota FPI, Temuan Komnas HAM Makin Terang

Riezky Maulana
Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Choirul Anam. (Foto: iNews.id/ Riezky Maulana).

JAKARTA, iNews.id - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terus mengumpulkan bukti terkait investigasi penembakan anggota Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek KM 50. Dalam perkembangannya, investigasi kasus tersebut dinilai semakin terang.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menjelaskan, tahapan yang dilakukan dalam mengusut kasus ini diawali dengan membeberkan keterangan soal temuan yang didapatkan saat memeriksa mobil anggota FPI serta mobil polisi yang digunakan untuk pegintaian.

"Temuannya lebih detail dan lebih dalam ya. Semakin lama lebih detail lebih dalam dan lebih jelas," ujar Anam di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (21/12/2020). 

Dia menuturkan, Komnas HAM juga segera mendalami fakta mengenai senjata api yang saat ini masih simpang siur antara FPI dengan polisi. Selain itu, Komnas HAM juga akan melakukan uji balistik dan pemeriksaan ahli

"Sehabis itu kami merangsek untuk soal senjata api, kami akan lihat siber juga dan lain sebagainya. Termausk mobil ini dengan inavisnya. Jadi semua yang kami dapatkan kami harap ada beberapa ahli yang membantu kami, untuk menjelaskan duduk persoalannya," tuturnya.

Sementara, kapan investigasi Komnas HAM rampung, dia tidak menjelaskan detail. Menurutnya, ada beberapa kendala terkait waktu para ahli untuk memberikan keterangan karena bertepatan dengan akhir tahun.

"Semakin cepat penyelidikan yang kami lakukan akan lebih baik bagi kami, baik bagi publik dan baik bagi semua pihak. Persoalannya, contoh mencari ahli, kita jadwalkan minggu ini ya, ada yang tidak bisa itu kan repot karena memang pas banget Desember banyak orang yang sudah punya skema sendiri soal jadwal," katanya.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Polisi Selidiki Laporan Dugaan Kasus Intimidasi Hercules ke Ilma Sani

57 tahun lalu

Menteri HAM Natalius Pigai: 20 Orang Tewas dalam Sebulan di Papua

57 tahun lalu

Yusril: Komnas HAM Harus Diperkuat, Pengawasan dan Penegakan HAM Tak Bisa Diambil Pemerintah

57 tahun lalu

Roy Suryo Cs bakal Lapor Komnas HAM, Klaim Diperlakukan Sewenang-wenang oleh Penyidik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal