Tren Berobat ke Luar Negeri Mulai Bergeser, Masyarakat Pilih RS Domestik

Anggie Ariesta
Ilustrasi tren berobat ke luar negeri mulai surut, masyarakat pilih berobat ke RS dalam negeri. (Foto: Freepik)

JAKARTA, iNews.id – Ketidakpastian ekonomi dan tekanan biaya hidup mulai mengubah peta perilaku finansial kelas menengah atas dan usia produktif di Indonesia khususnya dalam hal kesehatan. Konsumen kini dilaporkan lebih berhati-hati dalam mengelola pengeluaran dan cenderung menjadi lebih selektif serta berorientasi pada nilai (value-oriented).

Head of Research RHB Sekuritas Indonesia Andrey Wijaya menjelaskan meski masyarakat tetap berbelanja, fokus utama kini bergeser pada pemenuhan kebutuhan prioritas dan penjagaan dana darurat.

"Konsumen tetap berbelanja, namun lebih fokus pada kebutuhan prioritas, promo, efisiensi pengeluaran, serta menjaga likuiditas dan dana darurat di tengah ketidakpastian ekonomi dan tekanan biaya hidup," ujar Andrey kepada iNews.id Kamis (14/5/2026). 

Masyarakat saat ini cenderung menunda keputusan pengeluaran besar yang bersifat opsional (discretionary), seperti pembelian properti, kendaraan, hingga gaya hidup premium. 

Pengeluaran untuk liburan, renovasi, dan barang tersier menjadi aspek pertama yang dipertimbangkan ulang guna menjaga stabilitas arus kas (cash flow).

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Prabowo Janji Tekan Harga Obat untuk Masyarakat: Kita Usahakan Semurah-murahnya

57 tahun lalu

Prabowo Target Renovasi 400 RS dan 10.000 Puskesmas se-Indonesia

57 tahun lalu

Presiden Prabowo ke Lampung Barat Besok, Resmikan Rumah Sakit

57 tahun lalu

3 WNA Ditemukan Terkapar di Apartemen Cengkareng Jakbar, 2 Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal