JAKARTA, iNews.id – Ketidakpastian ekonomi dan tekanan biaya hidup mulai mengubah peta perilaku finansial kelas menengah atas dan usia produktif di Indonesia khususnya dalam hal kesehatan. Konsumen kini dilaporkan lebih berhati-hati dalam mengelola pengeluaran dan cenderung menjadi lebih selektif serta berorientasi pada nilai (value-oriented).
Head of Research RHB Sekuritas Indonesia Andrey Wijaya menjelaskan meski masyarakat tetap berbelanja, fokus utama kini bergeser pada pemenuhan kebutuhan prioritas dan penjagaan dana darurat.
"Konsumen tetap berbelanja, namun lebih fokus pada kebutuhan prioritas, promo, efisiensi pengeluaran, serta menjaga likuiditas dan dana darurat di tengah ketidakpastian ekonomi dan tekanan biaya hidup," ujar Andrey kepada iNews.id Kamis (14/5/2026).
Masyarakat saat ini cenderung menunda keputusan pengeluaran besar yang bersifat opsional (discretionary), seperti pembelian properti, kendaraan, hingga gaya hidup premium.
Pengeluaran untuk liburan, renovasi, dan barang tersier menjadi aspek pertama yang dipertimbangkan ulang guna menjaga stabilitas arus kas (cash flow).