Walaupun telah diberhentikan dari dinas kepolisian, proses hukum terhadap Bripda Mesias tidak berhenti. Irjen Dadang memastikan perkara pidana terkait dugaan penganiayaan tersebut tetap berlanjut dan ditangani Polres Tual.
"Hasil sidang ini adalah komitmen nyata institusi dalam menegakkan disiplin. Proses pidana di Polres Tual akan dilakukan secara objektif, transparan, dan berkeadilan," katanya.
Sebelumnya, Bripda Mesias Siahaya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan yang terjadi di kawasan Jalan Marren, Kota Tual.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Rositah Umasugi mengungkapkan, setelah penetapan tersangka pada Sabtu (21/2/2026), yang bersangkutan langsung dibawa ke Polda Maluku untuk menjalani pemeriksaan etik hingga akhirnya diputuskan diberhentikan tidak dengan hormat.
Langkah tegas ini diharapkan menjadi peringatan bagi seluruh personel Polri agar senantiasa menjaga profesionalisme dan menghindari tindakan arogan terhadap masyarakat.