Soal Daftar 200 Penceramah, Zukifli Hasan Sebut Blunder Menteri Agama

Fendra Kurniawan
Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan. (Foto: iNews)

JAKARTA, iNews.id – Keputusan Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan daftar 200 penceramah (mubaligh) yang dinilai memenuhi kriteria untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama di Indonesia terus menuai kritik.

Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra mengatakan, daftar tersebut seharusnya tidak perlu diumumkan. Sebab, semua penceramah memiliki hak berekspresi dalam menyampaikan dakwah.

“Menurut saya itu enggak bener hal seperti itu ada. Menurut saya itu kebebasan berekspresi dalam berdakwah,” kata Yusril di Jakarta Utara, Minggu (20/5/2018).

Menurut dia, langkah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membuat daftar tersebut justru terkesan pemerintah antikritik. “Orang-orang yang melakukan dakwah seharusnya tidak boleh dilarang, itukan kebebasan berekspresi. Kenapa pemerintah takut kritik,” ujar dia.

Hal sama juga disampaikan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan. Menurut dia, daftar penceramah yang disampaikan Menteri Agama merupakan suatu langkah blunder dari Kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal tersebut justru dinilai dapat menurunkan wibawa presiden.

Editor : Khoiril Tri Hatnanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tembus 2 Juta Ekor, Perputaran Ekonomi Hewan Kurban Idul Adha Capai Rp18,28 Triliun

57 tahun lalu

Cetak Sejarah Baru, Kemenag Lantik 15 Perempuan jadi Kepala KUA

57 tahun lalu

Kick off Pesparawi 2026, Menag Nasaruddin: Harmoni Indonesia Kuat karena Perbedaan

57 tahun lalu

Menag Tegaskan Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul Tak Boleh Terulang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal