“Jadi untuk menghadapi situasi ini, PT Motul Indonesia Energy mengambil langkah strategis guna memastikan keberlanjutan pasokan produk, menjaga standar kualitas pelumas kelas dunia, serta menjamin dukungan layanan jangka panjang bagi seluruh konsumen dan mitra bisnis,” katanya.
Dia menjelaskan penyesuaian harga produk dilakukan secara terukur dan penuh pertimbangan sebagai respons terhadap kondisi pasar yang dipengaruhi dinamika situasi global saat ini.
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi secara berkala terhadap perkembangan situasi global agar kebijakan harga kami senantiasa relevan, kompetitif, dan mencerminkan kondisi pasar yang sesungguhnya demi kemajuan bisnis bersama,” ujar Welmart.
Sebelumya, produsen pelumas Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) menyoroti konflik di Timur Tengah akibat perang antara Amerika-Israel versus Iran. Direktur Sales and Marketing PT Garuda Petro Perkasa, Ismet Sebastian mengatakan, pengiriman melalui jalur laut terganggu akibat ketidakpastian di kawasan imbas blokade Selat Hormuz.
Gangguan shipping membuat pengiriman pelumas asal Uni Emirate Arab (UEA) ini ke berbagai negara, termasuk Indonesia, mengalami penundaan. "Kami akan naikkan, jika memang sudah terjadi lonjakan (harga minyak)," kata Ismet.