Situasi Geopolitik di Timur Tengah Tak Menentu, Harga Pelumas di Indonesia Naik

Dani M Dahwilani
Dampak situasi geopolitik dan rupiah anjlok, harga pelumas kendaraan di Indonesia mengalami kenaikan.  (Foto: Ilustrasi AI)

JAKARTA, iNews.id - Harga pelumas kendaraan di Indonesia mengalami kenaikan. Ini terjadi imbas dari melonjaknya harga minyak dunia akibat konflik geopolitik global yang tak kunjung mereda, terutama di kawasan Timur Tengah.

Konflik berkepanjangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel dan Iran membuat pasokan minyak terganggu. Jalur distribusi strategis seperti Selat Hormuz membuat suplai minyak mentah dunia tersendat. 

Dampaknya, harga minyak mentah dunia sebagai bahan baku utama pelumas melonjak signifikan. Bahkan, dalam beberapa pekan terakhir harga minyak jenis Brent sempat menembus di atas 100 dolar AS hingga mendekati 118 dolar AS per barel. 

Bank Dunia juga memperingatkan harga energi global berpotensi melonjak hingga 24 persen sepanjang 2026 akibat perang di Timur Tengah. 

Kenaikan harga minyak mentah tersebut secara langsung berdampak pada industri pelumas. Sebab, sekitar 70–80 persen komponen pelumas berasal dari base oil yang diolah dari minyak bumi. Ketika harga minyak naik tajam, biaya produksi pelumas ikut terdongkrak naik.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih

57 tahun lalu

Daftar Lengkap 14 Poin MoU Perjanjian Damai AS-Iran, Untungkan Siapa?

57 tahun lalu

Selat Hormuz Dibuka! Harga Minyak Dunia Anjlok, Akankah Pertamax Ikut Turun?

57 tahun lalu

ESDM Bicara Peluang Harga BBM Nonsubsidi Turun, Pastikan Ikuti Tren Minyak Dunia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal