Presiden Pezeshkian Sebut AS Bisa Serang Iran Kapan Saja, Termasuk saat Negosiasi
TEHERAN, iNews.id - Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan bahwa Amerika Serikat (AS) bisa menyerang kembali kapan saja, bahkan di tengah negosiasi. Bercermin dari dua perang sebelumnya, AS menyerang Iran di tengah berlangsungnya negosiasi.
Pezehskian menegaskan, kepercayaan Iran terhadap AS telah hancur total.
Hal itu diungkapkan Pezeshkian dalam percakapan telepon dengan mitranya dari Belarusia, Alexander Lukashenko. Namun dia juga menegaskan, dialog dan diplomasi selalu menjadi prioritas utama Iran.
"Upaya untuk menyelesaikan perbedaan melalui dialog dan diplomasi dengan tanggung jawab Iran selalu menjadi agenda," kata Pezeshkian.
Tegas! Iran Siap Perang jika AS Lanjutkan Blokade Selat Hormuz
"Tetapi selama negosiasi, Amerika Serikat dan rezim Zionis (Israel) menyerang Iran dua kali, dan ada kemungkinan tindakan tersebut akan terulang, yang menyebabkan ketidakpercayaan total Iran terhadap Amerika Serikat," ujarnya, menegaskan.
Iran dan AS menggelar perundingan damai yang dimediasi Pakistan pada 11-12 April lalu, namun tak membuahkan hasil. Rencana perundingan damai putaran kedua ditolak mentah-mentrah oleh Iran karena AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhannya di Selat Hormuz. Militer AS mencegat kapal tanker maupun kargo yang akan masuk maupun keluar pelabuhan Iran.
Fantastis! Biaya Perang AS Lawan Iran Bengkak 2 Kali Lipat, Tembus Rp860 Triliun
AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada Juni 2025 di tengah negosiasi nuklir yang saat itu telah berlangsung lima putaran. Kemudian pada 28 Februari 2026, Iran kembali menjadi sasaran serangan AS dan Israel di tengah negosiasi program nuklir Iran.
Editor: Anton Suhartono