Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto bisa menambah produksi batu bara dari yang sebelumnya dikurangi menjadi 600 juta ton tahun ini. Jika produksi ditambah menjadi 800 juta ton, pendapatan negara akan naik.
"Jadi mungkin saja mereka sudah menghitung karena Pak Presiden Prabowo mengurangi produksi batu bara dari hampir 800 juta (ton) menjadi 600 juta (ton). Kalau mau menambah, naikkan lagi ke 800 juta (ton), maka pendapatan negara naik," ucap Said Didu.