Sebagai solusi jangka panjang, PLN memandang Sumbar sudah sangat mendesak untuk memiliki tambahan pembangkit listrik baru guna memitigasi kejadian serupa di masa depan. Kebutuhan infrastruktur baru ini diklaim telah terakomodasi dalam rencana pengembangan kelistrikan nasional melalui RUPTL periode 2025–2034.
“Kalau tidak, Sumbar tetap mengandalkan pembangkit di Sumbagsel yang kondisinya juga sedang banyak melakukan pemeliharaan,” katanya.
Ketergantungan yang tinggi terhadap pasokan listrik dari sistem Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) dinilai menjadi tantangan besar bagi ketahanan energi di Sumbar. Kondisi ini menjadi semakin berisiko terutama saat unit-unit pembangkit di wilayah Sumbagsel sedang memasuki masa pemeliharaan rutin yang berdampak pada berkurangnya kiriman daya ke wilayah Sumbar.