PLN: Listrik di Sumbar Sudah Normal 100 Persen
Berdasarkan analisis PLN, pemadaman yang melanda Sumbar dalam dua hari terakhir dipicu oleh kenaikan drastis pada konsumsi listrik masyarakat. Lonjakan kebutuhan tersebut tidak diimbangi dengan ketersediaan kapasitas pembangkit yang memadai di wilayah tersebut.
Arjun memaparkan sistem kelistrikan di Sumbar sempat mengalami defisit pasokan yang mencapai angka ratusan megawatt.
“Yang terjadi itu, kekurangan pasokan daya pembangkit. Sistem Sumbar kurang 240 MW, beban puncak 680 MW cuman ada 440 MW,” jelasnya.
Ketimpangan antara ketersediaan daya dan beban puncak yang terus merangkak naik membuat kebijakan pemadaman menjadi langkah yang tidak terhindarkan. Terkait durasi pemadaman yang dirasa cukup lama oleh warga di beberapa daerah, PLN menegaskan bahwa proses pengaktifan kembali sistem transmisi tidak dapat dilakukan secara instan.
Arjun menyatakan pihaknya telah mengerahkan sumber daya maksimal sejak awal terjadinya gangguan, namun setiap tahapan pengisian beban harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Langkah hati-hati ini sangat krusial untuk mencegah terjadinya gangguan susulan atau kerusakan yang lebih fatal pada infrastruktur jaringan kelistrikan.