JAKARTA, iNews.id – Sekretaris Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Noudy RP Tendean menegaskan implementasi nilai berakhlak bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) bukan sekadar hafalan konsep. Menurutnya, pondasi utama dari nilai-nilai tersebut adalah mentalitas disiplin yang nyata.
Hal ini disampaikan Noudy saat membuka Workshop Internalisasi Budaya Kerja Core Values ASN Berakhlak di lingkungan BSKDN, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Noudy menekankan, seringkali hambatan kerja, seperti keterlambatan, bukan disebabkan kendala teknis, melainkan masalah mentalitas. Sebagai pelayan publik, ASN dituntut memiliki integritas tinggi.
"Saya meyakini implementasi nilai Berakhlak ini harus dimulai dari kedisiplinan diri. Sebagai ASN, kita memiliki tanggung jawab untuk menunjukkan integritas dalam menjalankan tugas," ujar Noudy.
Dia menambahkan, nilai-nilai berakhlak (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) harus menyatu dalam setiap aspek pekerjaan maupun interaksi sosial, mengingat ASN adalah figur teladan atau patron di tengah masyarakat.
Penguatan budaya kerja ini tidak bisa berjalan tanpa komitmen kolektif. Noudy mengingatkan adanya landasan hukum yang kuat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin ASN. Di dalamnya, termuat mekanisme reward and punishment yang jelas terkait kepatuhan jam kerja dan tanggung jawab tugas.
"Disiplin bukan hanya kewajiban, tetapi cerminan profesionalitas. Ketika pegawai memiliki loyalitas dan dedikasi tinggi, kualitas ASN secara keseluruhan akan menjadi aset penting bagi organisasi," katanya.