JAKARTA, iNews.id - Penasihat Ahli Kapolri, Aryanto Sutadi membeberkan tantangan yang terjadi pada upaya Reformasi Polri. Adapun, salah satu tantangan terkait jumlah anggota polisi di Tanah Air.
Aryanto awalnya menceritakan pengalamannya saat pertama kali bergabung ke Polri pada tahun 1971.
"Tantangan yang berat lagi itu jumlahnya sangat besar. Saya masuk polisi itu tahun 1971, jumlahnya waktu itu kurang lebih cuma 50.000," kata Aryanto dalam program Interupsi bertajuk 'Ujian di Tengah Percepatan Reformasi Polri' disiarkan di iNews, Kamis (26/2/2026).
Dia menambahkan, pengawasan yang paling utama di tubuh kepolisian adalah anggota yang menjabat sebagai atasan. Pasalnya, setiap anggota Polri memiliki diskresi besar saat setiap hari berdinas di lapangan.
"Pengawasan itu paling utama pada polisi paling besar adalah atasannya, karena setiap hari berdinas yang mengawasi hanya atasannya, yang namanya polisi itu diskresinya besar, dia boleh menggunakan kewenangan di mana pun itu tanpa harus izin," katanya.