Umat Kristen juga diajarkan untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi harus mengusahakan perdamaian untuk semua orang.
"Surat Roma pasal 12 ayat 17 dan 18 tertulis: “Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! Sedapat-dapatnya, Kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang," katanya.
PGLII juga meluruskan pemahaman tentang konsep martir dalam Kekristenan. Martir bukanlah tindakan membunuh atas nama agama, melainkan kesaksian iman yang diwujudkan melalui kesetiaan kepada Tuhan, bahkan hingga menghadapi penderitaan atau kematian.
"Martir adalah seseorang yang mengikuti teladan Tuhan Yesus Kristus serta telah membuktikan kekuatan dan kesetiaan iman mereka kepada Kristus dengan menanggung kematian yang kejam," katanya.
Organisasi itu juga mengingatkan, narasi yang keliru terkait ajaran agama berpotensi menimbulkan salah persepsi di tengah masyarakat dan dapat mengganggu relasi antarumat beragama. Karena itu, PGLII meminta Jusuf Kalla memberikan penjelasan terbuka untuk meluruskan pernyataannya yang telah viral di media sosial.
"Kami sangat menyesalkan pernyataan Bapak tersebut. Sekali lagi kami menyampaikan bahwa Bapak telah keliru memahami ajaran dalam Kekristenan yang berdasarkan Alkitab. Untuk itu kami meminta Bapak segera mengklarifikasi pernyataan Bapak tersebut," tulis PGLII.
JK sebelumnya telah dilaporkan Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI) bersama lembaga Kristen dan organisasi kemasyarakatan lain ke Polda Metro Jaya terkait pernyataannya soal mati syahid.