JAKARTA, iNews.id - Sejumlah nama peneliti Indonesia menjadi sorotan usai diduga terlibat dalam kasus pemalsuan riset yang menghebohkan forum ilmiah internasional yaitu International Symposium on Pneumococci and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026 di Kopenhagen, Denmark. Siapa saja mereka?
Kasus ini viral di media sosial setelah seorang peserta konferensi yang juga warga Indonesia, Ida Bagus Mandhara Brasika, membongkar dugaan praktik manipulasi identitas hingga fabrikasi penelitian yang disebut dilakukan secara terorganisir di hadapan ribuan ilmuwan dunia.
Setidaknya terdapat tiga nama yang paling banyak disebut dalam dugaan kasus penipuan ini, yakni Prihantini atau Titin, Rifaldy Fajar, dan Rini Winarti.
Nama Prihantini menjadi sorotan karena diduga melakukan presentasi ilmiah menggunakan identitas berbeda dalam beberapa sesi konferensi. Dia disebut mengganti jilbab dan tanda pengenal nama atau name tag untuk tampil dengan nama serta afiliasi institusi yang berbeda-beda.
Tuduhan itu disampaikan Mandhara melalui Threads-nya.
"Salah seorang pelaku melakukan pemalsuan identitas. Modusnya pelaku berganti-ganti nama saat berpresentasi, bermodal ganti jilbab dan nametag," tulis akun @mandharabrasika dalam unggahannya, dikutip Rabu (27/5/2026).