"Terinformasi ada 55 yang dirujuk ke RSUD, tiga orang wafat, kemudian 15 sudah kembali ke rumah," tuturnya.
Arifah menyebut, mayoritas korban mengalami luka memar hingga patah tulang akibat benturan dari KA Argo Bromo Anggrek. Dia menegaskan, seluruh biaya perawatan korban sepenuhnya akan ditanggung oleh pemerintah.
"Dari korban rata-rata kondisinya ada yang memar-memar tapi juga ada yang patah di beberapa bagian. Kami menyampaikan bahwa pemerintah bertanggung jawab atas kejadian ini," tuturnya.