Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Taksi Listrik Green SM Jadi Sorotan Publik usai Terlibat Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Advertisement . Scroll to see content

RS Polri Kramat Jati Ungkap Kendala Identifikasi Jenazah Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Selasa, 28 April 2026 - 14:03:00 WIB
RS Polri Kramat Jati Ungkap Kendala Identifikasi Jenazah Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Karumkit RS Bhayangkara Polri Kramat Jati, Brigjen Pol Prima Heru. (Foto: Tangkapan Layar)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri Kramat Jati, Brigjen Prima Heru Yulihartono mengatakan, hingga saat ini sebanyak 10 jenazah korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi masih diidentifikasi.

Prima menuturkan, terdapat sejumlah kendala dalam proses identifikasi korban kecelakaan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

"Ada beberapa kendala di mana jenazahnya pada saat kita cek tidak keluar identitasnya, tapi ini kita sedang dalami lagi," kata Prima kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, hingga kini sudah ada tujuh pihak keluarga melapor ke Pos Antemortem terkait keluarganya yang hilang. Mereka menyerahkan data-data tentang keluarganya yang hilang tersebut.

"Yang dibawa mungkin identitas, mungkin perlu foto yang kelihatan giginya, terus identitas yang ada sidik jarinya, seperti pada Ijazah ya," tuturnya.

Dia pun meminta kepada keluarga yang belum melapor diminta segera melapor ke pos antemortem RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Sebab, dari 10 jenazah yang ada di RS Polri, baru tujuh keluarga yang melapor.

"Baru tujuh keluarga yang melaporkan kehilangan keluarga," ucapnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut