"Rata-rata proses registrasi di bawah satu menit," ujar Edwin.
Pemerintah berharap penerapan registrasi biometrik dapat membantu menekan angka kejahatan digital seperti penipuan online, penyebaran spam, hingga penyalahgunaan nomor anonim yang kerap meresahkan masyarakat.
Selain itu, masyarakat nantinya juga dapat melaporkan nomor yang terdaftar menggunakan identitas mereka tanpa izin. Operator seluler kemudian dapat langsung melakukan pemblokiran terhadap nomor tersebut.
Komdigi optimistis target 300 ribu registrasi per hari dapat tercapai setelah implementasi nasional dimulai pada awal Juli mendatang, mengingat infrastruktur dan sistem operator seluler disebut sudah siap digunakan secara penuh.