JAKARTA, iNews.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan registrasi SIM Card berbasis biometrik mencapai 300 ribu pengguna baru per hari setelah kebijakan tersebut resmi diterapkan secara nasional mulai 1 Juli 2026.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, mengatakan target tersebut disusun berdasarkan hasil uji coba sistem registrasi biometrik yang telah berjalan sejak awal tahun 2026.
"Kemarin, untuk new registration pergerakannya cukup masif. Saya kasih gambaran saja, registrasi harian pada April 2026 rata-rata mencapai 300 ribu," kata Edwin dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Jumat (29/5/2026).
Menurut Edwin, tingginya angka registrasi tersebut menunjukkan kesiapan operator seluler dalam mendukung penerapan sistem biometrik secara nasional. Tiga operator besar yakni Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata disebut telah menjalankan uji coba teknologi tersebut selama beberapa bulan terakhir.
Komdigi menilai registrasi biometrik lebih efektif dibandingkan metode lama menggunakan NIK dan nomor kartu keluarga. Selain prosesnya lebih cepat, sistem ini juga dinilai mampu mengurangi penyalahgunaan identitas dan penggunaan nomor ilegal.