Dari situ, para ABK menolak dan memutuskan untuk tidak melanjutkan pekerjaan karena untuk kepastiannya mereka tidak menerima apa yang dijanjikan. Salah satu pihak kapal asing juga menjanjikan lagi untuk memulangkan namun tidak juga ada kejelasan, akhirnya terpaksa tetap bekerja untuk mendapatkan makan.
“Mirisnya, makanan yang dikasih hanya 1 loyang dibagi untuk 31 orang ABK. Lebih mirisnya lagi, ada teman kami yang mengalami kecelakaan kerja namun hanya diberi alkohol kemudian lukanya ditutupi kopi,” ucapnya.
Sementara itu, pengakuan ABK kapal lainnya Robby Saktiawan menjelaskan, bahwa mereka diberi minum air tetesan Air Conditioner (AC) dan air hujan di saat mogok kerja.
“Yang ngasih orang kapal asing itu, kalo mogok kerja kami tidak makan dan minum. Makanan kami dikasih makanan bekas rombongan kapal asing,” ujarnya.
Ipunk mengatakan bahwa ini adalah gambaran perlakuan ABK Indonesia di atas kapal asing ilegal tersebut. Pihaknya pun tak tinggal diam, KKP terus mengejar kapal asing tersebut sampai bisa mempertanggungjawabkannya terhadap warga negara Indonesia.