Kisah Anak dan Istri Ikut Longmarch Pasukan Siliwangi ke Jawa Barat, Tempuh Jalur Tak Masuk Akal

Okezone
Doddy Handoko
Pasukan Siliwangi harus berjalan sejauh 600 km ke Jawa Barat usai Belanda merebut Belanda. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

Anak dan istri pasukan Siliwangi mau tak mau ikut berjalan kaki menuju kantong gerilya. Mereka harus melewati jalur yang gelap gulita, menyeberangi sungai deras, mendaki bukit lisin dan curam serta menghadapi ancaman hewan liar dan buas.

Sepanjang 600 km itu mereka harus berjalan kaki di tengah kelaparan dan penyakit. Belum lagi ancaman serangan dari Belanda maupun pasukan DI/TII. Tak jarang anak dan perempuan ikut tewas oleh bom pesawat Belanda.

Mereka juga harus ikut menyeberang sungai berarus deras menggunakan untaian sarung-sarung yang diberikan pimpinan markas besar tentara. Tragis, beberapa anak dan perempuan hilang serta hanyut terseret derasnya aliran sungai.

Bahkan di antara perempuan-perempuan itu ada yang melakukan longmarch dalam kondisi hamil. Beberapa di antaranya ada yang melahirkan di tengah perkampungan yang mereka lewati dan menyerahkan sang bayi kepada penduduk setempat. Perjalanan itu harus mereka lewati dalam waktu 40 hari menyusuri ratusan km.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
Destinasi
4 jam lalu

Viral Larangan Foto di Pantai Parangtritis, Dispar Bantul Buka Suara! 

Nasional
5 jam lalu

Mahasiswi Tabrak Penjambret di Yogya, Polisi Jamin Bukan Pidana

Nasional
7 jam lalu

Penjambret Ditabrak Mahasiswi di Yogya, Polisi: Kalau Pelaku Lapor, Kita Tolak!

Music
2 hari lalu

Sejarah! Bad Bunny Ubah Panggung Super Bowl 2026 Jadi Altar Pernikahan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal