Kisah Inspiratif Mantan Pelayanan yang Kini Jadi Wakil Dekan, Pernah Tidak Naik Kelas

Puti Aini Yasmin
Satria Unggul Wicaksana (Dok. UM Surabaya)

JAKARTA, iNews.id - Masa depan merupakan sebuah misteri. Tidak ada yang tahu apa yang akan dihadapi di masa mendatang. Hal itu juga yang menggambarkan kehidupan Wakil Dekan sekaligus Dosen dan Direktur Pusat Studi Anti Korupsi dan Demokrasi (PUSAD) UM Surabaya bernama Satria Unggul Wicaksana.

Satria diketahui menempuh perjalanan hidup yang penuh dengan lika-liku. Ia lahir dari keluarga yang sederhana, ayahnya Mulyadi dan Nyoman Sumetriyani bekerja sebagai penjual rombeng baju bekas di desa-desa.

Biasanya, baku rombeng itu dijual di kawasan rumahnya Gresik, Lamongan hingga Babat. Tak cuma itu, saat duduk di bangku SMP ia pernah tidak naik kelas, bukan karena memiliki nilai yang buruk tetapi karena tak bisa membeli buku-buku sekolah.

“Waktu itu sekolah belum ada dana bos, jadi membeli buku adalah perkara yang mahal. Jangankan untuk beli buku, untuk makan saja susah,” kata Satria di laman resmi UM Surabaya, Jumat (30/12/2022).

Satria mengatakan jualan rombeng kedua orang tuanya hanya menghasilkan Rp5.000-Rp25.000 per hari. Uang tersebut pun digunakan untuk memenuhi kebutuhan satu keluarga.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Rahasia Siti Jadi Wisudawan Terbaik UPI: Konsisten Baca Jurnal 10 Menit Sehari

57 tahun lalu

Kesulitan Ikuti Mata Kuliah Bahasa Inggris, Dewi Perssik: Saya Gak Tahu Dosen Ngomong Apa

57 tahun lalu

Tak Ingin Dikenali, Dewi Perssik Pakai Cadar saat Kuliah: Biar Lebih Leluasa Belajar

57 tahun lalu

Mendikti soal Peneliti RI Diduga Palsukan Riset: Tak Terindikasi sebagai Dosen 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal