"Di sini budaya antre di mana-mana, teratur dan on time, misalnya kuliah jam 9, maka dosen sudah standby dari jauh-jauh sebelum jam 9 untuk menyapa anak-anak dulu, begitu jam 9 sudah belajar," kisah dia.
Untuk itu, ia berpesan kepada para generasi muda yang ingin menempuh perkuliahan di luar negeri agar benar-benar mempersiapkan diri secara matang. Sebab, tidak ada usaha yang mengkhianati hasil.
"Mungkin orang lain lihat enak ya kuliah di luar negeri, tapi di sini itu tanggung jawab kita, orang yang kemarin-kemerin memuji tetaplah sebagai penonton, kita eksekutornya. Jadi petain tujuan utama kuliah di luar negeri itu bukan untuk euforia semata tapi ada tanggung jawab di sana," tutup dia.