Tak puas sampai dengan di situ, Yuli memutuskan untuk melanjutkan S2. Usai lulus S1 ia mendapatkan informasi terkait LPDP dan dinyatakan lulus beasiswa di akhir 2015.
"Waktu itu saya dari mushola lalu dapat email kalau saya lulus beasiswa, saya lalu balik lagi ke mushola untuk sujud syukur. Alhamdulillah lulus beasiswa akhir 2015 dan bisa kuliah 2016, itu pilih UNJ juga, Pendidikan Teknologi dan Kejuruan," ungkapnya.
Di program beasiswa LPDP, ia aktif menjadi ketua pra-persiapan keberangkatan (PK). Dari situ, ia mendapat motivasi baru untuk berkuliah di luar negeri.
"Waktu saya S2 daftar jadi Ketua Pra-PK, nah dari situ lihat profil anggota-anggotanya itu dari satu batch kuliahnya pada jauh-jauh, Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan lain-lain jadi termotivasi pengen kuliah di luar negeri," kata Yuli.
Selagi menjalani perkuliahan S2, Yuli pun belajar untuk memperbaiki kemampuan bahasa Inggrisnya. Di tahun 2018 ia pun lulus dengan IPK 3,94.