"Jadi pas interview ditanya motivasi kerja apa, ya itu pengen kuliah. Mungkin dilihat juga rapornya pernah ranking 1. Dari situ, calon bos nenawarkan diri untuk mengkuliahkan, wah kaget, rasanya kaya ketiban durian runtuh," tutur Yuli.
Yuli pun memilih menempuh pendidikan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Jurusan Pendidikan Teknik Elektro. Ia kembali menuntut ilmu setelah 5 tahun lamanya gap year melalui seleksi mandiri.
Menurutnya, ia hanya bermodalkan buku seleksi masuk PTN dan sisanya adalah keberuntungan. Sebab, diakui soal yang diujikan tidak sama dengan apa yang dipelajari.
"Belajarnya wajar-wajar saja dari buku. Malah yang saya pelajari rasanya 99 persen nggak keluar. Saya kerjakan dulu matematika yang saya kuasai, bahasa Indonesia lalu bahasa Inggris itu juga asal-asalan, lebih keberuntungan jadinya," ucap dia.
Yuli akhirnya berhasil menyelesaikan kuliah selama 4 tahun dengan predikat cum laude. Di waktu senggangnya, ia juga menjadi guru bimbingan belajar (bimbel) untuk menambah pemasukan.