KIPP Desak Penghitungan Suara Sirekap Dihentikan: Menyesatkan, Resahkan Masyarakat

Danandaya Arya Putra
KIPP mendesak KPU menghentikan rekapitulasi penghitungan suara dalam Sirekap karena menyesatkan dan meresahkan publik. (Foto: Ilustrasi/Antara)

JAKARTA, iNews.id - Sekretaris Jendral Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia, Kaka Suminta, mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) menghentikan rekapitulasi penghitungan suara secara elektronik dalam Sistem Informasi Rekapitulasi Suara (Sirekap). Sebab, hal itu dinilai menyesatkan dan meresahkan masyarakat.

"Saya sepakat dengan C1 atau C hasil itu ya sepakat itu di-upload, tapi penghitungannya dihentikan. Rekapitulasi penghitungan elektroniknya dihentikan," ujar Kaka di Jakarta Pusat, Minggu (18/2/2024).

Dia menilai, dokumen C Hasil yang diunggah ke aplikasi Sirekap meresahkan publik. Karena data yang diunggah oleh petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) berbeda dengan yang ditampilkan di Sirekap.

"Pertama menyesatkan, karena angkanya bisa berbeda-beda, kedua meresahkan masyarakat terutama mereka yang perhatikan dan para peserta," ujar dia.

Dia mengatakan, KPU akan mengumumkan hasil Pemilu 2024 setelah 35 hari pemungutan suara atau 20 Maret 2024. Selama waktu yang ditentukan, dia menilai KPU bisa melakukan penghitungan secara manual agar hasilnya lebih maksimal.

"Nanti kan berjenjang dalam waktu satu bulan ya, kalau tanggal 14 Februari kemarin berarti sekitar tanggal 20 Maret itu udah hampir selesai semua," katanya.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Selingkuh dengan Bawahan, Anggota KPU Ogan Komering Ulu Timur Dipecat!

57 tahun lalu

MK Putuskan Parpol Tak Penuhi Kuota 30 Persen Caleg Perempuan Gugur dari Dapil

57 tahun lalu

Mahfud MD Usul Ambang Batas Parlemen Dihapus, Soroti 17 Juta Suara Pemilu 2024 Terbuang

57 tahun lalu

Perindo Targetkan jadi Partai Tercepat Lolos Verifikasi KPU 2027

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal