Kemlu melalui KBRI Mexico City juga mengimbau seluruh WNI di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan, tidak bepergian hingga situasi kondusif, serta terus menjalin komunikasi dengan perwakilan RI.
“KBRI Mexico City mengimbau kepada seluruh WNI di wilayah terdampak untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan aktivitas di luar rumah hingga situasi kondusif, mengikuti arahan resmi dari otoritas setempat, serta menjaga komunikasi dengan KBRI Mexico City,” kata Vahd.
Selain itu, Kemlu juga menyarankan masyarakat Indonesia yang memiliki rencana perjalanan ke Meksiko dalam waktu dekat agar menunda keberangkatan hingga situasi keamanan dinyatakan aman.
“Bagi WNI yang memiliki rencana perjalanan ke Meksiko dalam waktu dekat, diimbau agar menunda perjalanan hingga situasi keamanan dinyatakan kondusif,” tuturnya.
Situasi mencekam di Meksiko terjadi usai serangan yang dilakukan anggota Cartel de Jalisco Nueva Generacion (CJNG) di sejumlah wilayah, yakni Jalisco, Nayarit, Michoacan, Zacatecas, Guanajuato, dan Colima pada 22 Februari 2026.
Serangan tersebut dipicu operasi militer pemerintah Meksiko terhadap kartel CJNG di Kota Tapalpa, Jalisco, yang menewaskan tujuh anggota kartel, termasuk El Mencho.