Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Lawan Mahkamah Agung AS, Trump Ngotot Berlakukan Tarif Global Tanpa Restu Kongres
Advertisement . Scroll to see content

Buntut Kematian El Mencho Meksiko Masih Mencekam, Geng Narkoba Ngamuk Hancurkan Banyak Kota

Selasa, 24 Februari 2026 - 06:32:00 WIB
Buntut Kematian El Mencho Meksiko Masih Mencekam, Geng Narkoba Ngamuk Hancurkan Banyak Kota
Meksiko masih mencekam dampak dari terbunuhnya gembong narkoba Nemesio Ruben Oseguera Cervantes alias El Mencho (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

MEXICO CITY, iNews.id - Meksiko masih mencekam dampak dari terbunuhnya gembong narkoba paling ditakuti, Nemesio Ruben Oseguera Cervantes alias El Mencho, dalam operasi militer Kota Tapalpa pada Minggu (22/2/2025).

El Mencho tewas dalam baku tembak di kampung halamannya, Jalisco, saat militer menggerebek untuk menangkap sang buronan. 

Kematian pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco itu memicu aksi balas dendam para pengikutnya serta gelombang perlawanan dari kartel-kartel narkoba lain di penjuru negara Amerika Utara tersebut.

Pria 59 tahun itu sejak lama menjadi buruan polisi Meksiko dan Amerika Serikat (AS). Bahkan AS menggelar sayembara 15 juta dolar untuk menangkapnya. El Mencho dianggap bertanggung jawab atas penyelundupan fentanyl, sabu-sabu, dan kokain ke AS.

Begitu berita tentang operasi militer besar-besaran menyebar, gelombang kekerasan terkoordinasi meledak di penjuru Meksiko. Pertempuran terjadi di setidaknya 20 dari 32 negara bagian di Meksiko. Anggota-anggota geng terorganisasi membakar bus dan pusat-pusat bisnis serta memasang penghalang jalan kemudian membakaarnya.

“Ketakutan yang masih ada di masyarakat sangat luar biasa,” kata seorang warga Zitacuaro, Michoacan, salah satu negara bagian yang dilanda kerusuhan, kepada Al Jazeera, dikutip Selasa (24/2/2026).

Dia menambahkan, krisis ini menunjukkan bagaimana kekuatan sebenarnya para kartel narkoba, termasuk Generasi Baru Jalisco sebagai yang terbesar di Meksiko.

"Mereka bisa menghancurkan satu kota dalam hitungan menit,” ujar warga yang meminta identitasnya disembunyikan itu.

Para pemimpin kartel mengancam pengelola transportasi untuk menghentikan aktivitas serta setiap saat memblokir pintu masuk dan keluar kota. Jaringan kartel bisa dengan cepat melumpuhkan pergerakan kota.

"Semua layanan dasar terganggu, pergi ke rumah sakit, berbelanja bahan makanan, memesan makanan. Semuanya menjadi kacau total,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut