Kemenkes Tanggapi Kisruh Banner Film Aku Harus Mati yang Kontroversial

Muhammad Sukardi
Kemenkes angkat bicara terkait banner film Aku Harus Mati yang kontroversial. (dok. Pemprov Jakarta)

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa paparan media yang tidak bertanggung jawab justru berpotensi memperburuk situasi, terutama bagi kelompok rentan.

Penelitian terkait 'suicide exposure' bahkan memperkirakan bahwa satu kematian akibat bunuh diri dapat berdampak pada sekitar 135 orang, baik dalam bentuk duka mendalam maupun risiko gangguan kesehatan mental lanjutan.

Karena itu, Kemenkes mendorong semua pihak, termasuk industri film, tim pemasaran, hingga pengelola ruang publik, untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pesan yang berkaitan dengan isu sensitif tersebut.

Langkah seperti konsultasi dengan ahli kesehatan jiwa, revisi materi promosi yang berisiko, hingga penyertaan informasi layanan bantuan dinilai penting untuk mengubah komunikasi publik dari sensasional menjadi preventif.

"Media bisa menjadi alat pencegahan yang kuat jika mampu memberikan konteks, menawarkan harapan, dan mengarahkan masyarakat pada bantuan yang tepat," ujar Imran.

Ia pun menegaskan, provokasi dalam konten publik bukan hanya soal estetika atau kebebasan berekspresi, tetapi juga menyangkut nyawa manusia.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
Film
5 hari lalu

Baliho Film Aku Harus Mati Tuai Kontroversi, Rumah Produksi Akhirnya Minta Maaf

Nasional
6 hari lalu

Panas! PDSKJI Marah Besar soal Banner Film Aku Harus Mati yang Viral

Megapolitan
6 hari lalu

Iklan Film Kontroversial Aku Harus Mati Dicopot, Ini Penjelasan Produser

Health
6 hari lalu

Banner Film Aku Harus Mati Berisiko Picu Pikiran Negatif Anak dan Remaja, IDAI Kasih Paham!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal