Kemenkes Tanggapi Kisruh Banner Film Aku Harus Mati yang Kontroversial

Muhammad Sukardi
Kemenkes angkat bicara terkait banner film Aku Harus Mati yang kontroversial. (dok. Pemprov Jakarta)

"Pilihan kata seperti menggambarkan bunuh diri sebagai ‘pembebasan’ bisa ditangkap sebagai legitimasi oleh orang yang sedang putus asa," katanya.

Ia menekankan, penyajian yang aman seharusnya menempatkan isu bunuh diri dalam konteks yang lebih luas, termasuk faktor penyebab yang kompleks serta pentingnya akses terhadap bantuan dan layanan kesehatan jiwa.

Kekhawatiran ini bukan tanpa dasar. Data menunjukkan tren peningkatan kasus bunuh diri di Indonesia. Berdasarkan laporan kepolisian, tercatat 1.350 kasus kematian akibat bunuh diri pada 2023, dan meningkat menjadi 1.450 kasus pada 2024.

Di sisi lain, layanan krisis kesehatan jiwa juga mengalami lonjakan permintaan. Layanan Sejiwa 119 mencatat peningkatan signifikan, dari sekitar 400 panggilan per hari pada Agustus 2025 menjadi sekitar 550 panggilan per hari pada 2026.

Menurut Imran, kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat sedang menghadapi tekanan kesehatan jiwa yang semakin nyata, sekaligus meningkatnya kesadaran untuk mencari bantuan.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
Film
5 hari lalu

Baliho Film Aku Harus Mati Tuai Kontroversi, Rumah Produksi Akhirnya Minta Maaf

Nasional
6 hari lalu

Panas! PDSKJI Marah Besar soal Banner Film Aku Harus Mati yang Viral

Megapolitan
6 hari lalu

Iklan Film Kontroversial Aku Harus Mati Dicopot, Ini Penjelasan Produser

Health
6 hari lalu

Banner Film Aku Harus Mati Berisiko Picu Pikiran Negatif Anak dan Remaja, IDAI Kasih Paham!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal