Ucapan duka juga datang dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan (Ditjen SDM Kesehatan) Kemenkes. Dalam pernyataan resminya, Ditjen SDM Kesehatan menyebut kepergian dr. Zulfikar merupakan kehilangan besar bagi Kementerian Kesehatan dan dunia kesehatan Indonesia.
"Keluarga besar Direktorat Jenderal SDM Kesehatan menyampaikan rasa dukacita yang mendalam atas wafatnya dr. M. Zulfikar Drakel, M.Res., seorang dokter peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) angkatan Februari 2026," tulis Ditjen SDM Kesehatan.
"Kementerian Kesehatan merasa sangat kehilangan salah satu talenta muda terbaik bangsa yang sedang menunaikan tugas pengabdian negara," tambahnya.
Ditjen SDM Kesehatan juga mendoakan agar almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, sementara keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.
Tak hanya Kemenkes, civitas akademika FKUI turut mengungkapkan rasa kehilangan mendalam. Dalam pernyataan resminya, FKUI menyebut kepergian dr. Zulfikar menjadi pengingat bahwa di balik tugas besar menyelamatkan nyawa, seorang dokter tetaplah manusia yang memiliki batas.
"Kepergian seorang dokter muda adalah kehilangan yang sangat berarti. Ia mengingatkan kita bahwa di balik tugas, tanggung jawab, dan tuntutan pelayanan, setiap dokter tetaplah manusia yang memiliki batas, membutuhkan dukungan, dan berhak berada dalam lingkungan kerja yang aman, sehat, serta bermartabat,"* demikian pernyataan FKUI.