Kondisi jalan yang rusak berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga. Distribusi hasil pertanian menjadi terhambat, biaya transportasi meningkat, serta mobilitas masyarakat terganggu, terutama saat musim hujan.
Selain jalan, kebutuhan pembangunan jembatan gantung juga menjadi perhatian serius. Di beberapa wilayah, masyarakat masih mengandalkan akses seadanya untuk menyeberangi sungai.
Ketika debit air meningkat, warga harus menempuh jarak lebih jauh untuk mengakses fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, maupun pasar tradisional.
Di sisi lain, para kades juga mengungkapkan kekhawatiran atas pengurangan dana desa yang disebut mencapai sekitar 64 persen tahun ini. Mereka menyebut anggaran yang tersisa hanya sekitar Rp200 juta, sehingga banyak program pembangunan terpaksa ditunda.
“Banyak program tertunda karena kemampuan anggaran desa sangat terbatas. Sementara kebutuhan masyarakat terus meningkat,” ujar kades lainnya.