Rinciannya, terdapat 39.212 tenaga medis serta 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus campak tertinggi yang akan menerima vaksin. Mereka menjadi kelompok pertama yang akan mendapatkan perlindungan melalui program imunisasi dewasa ini.
Selain itu, pemerintah juga memasukkan dokter umum dan dokter gigi yang sedang menjalani masa internship sebagai kelompok sasaran. Jumlahnya mencapai 28.321 orang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Dengan demikian, total kebutuhan vaksin untuk kelompok prioritas dewasa diperkirakan mencapai sekitar 290 ribu dosis. Angka tersebut dinilai masih sangat aman jika dibandingkan dengan stok vaksin nasional yang tersedia saat ini.
Rizka memastikan stok vaksin campak di Indonesia dalam kondisi cukup untuk mendukung program vaksinasi tersebut. Pemerintah telah melakukan perhitungan kebutuhan vaksin secara matang.
Hingga minggu ke-13 tahun 2026, tercatat stok vaksin MR secara nasional mencapai 9,8 juta dosis. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan imunisasi hingga sekitar 5,5 bulan ke depan.