Hijrah dan Energi Baru Indonesia: Maju Babarengan, Aksi Nyata Hasil Karasa

Rifqi Ali Mubarok
Rifqi Ali Mubarok (Foto: Partai Perindo)

Nilai tersebut memiliki akar yang kuat dalam ajaran Islam. Ketika Nabi Muhammad SAW membangun masyarakat Madinah, beliau tidak hanya membangun kehidupan spiritual, tetapi juga membangun solidaritas sosial, persaudaraan (ukhuwah), dan kolaborasi antarkelompok masyarakat. Melalui Piagam Madinah, Rasulullah menghadirkan tata kelola masyarakat yang menjunjung tinggi kebersamaan, keadilan, dan tanggung jawab kolektif (Hamidullah, 1981).

Karena itu, semangat maju babarengan bukan sekadar slogan politik, melainkan strategi pembangunan yang menempatkan masyarakat sebagai mitra utama perubahan. Pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat harus bergerak bersama menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata.

Semangat tersebut kemudian diwujudkan melalui pendekatan “Aksi Nyata, Hasil Karasa.” Dalam kehidupan politik dan pembangunan, masyarakat sering kali disuguhi berbagai janji dan wacana. Namun masyarakat sesungguhnya membutuhkan sesuatu yang lebih konkret, yakni program yang manfaatnya benar-benar dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Pendekatan ini sejalan dengan konsep development effectiveness yang menekankan bahwa keberhasilan pembangunan harus diukur dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat, bukan semata-mata dari besarnya anggaran atau banyaknya program yang dilaksanakan (OECD, 2011).

Bagi Partai Perindo, semangat hijrah menjadi fondasi gerakan politik yang berpihak kepada rakyat. Politik harus menjadi instrumen pemberdayaan, bukan sekadar arena kompetisi kekuasaan. Karena itu, agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia, penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, perlindungan pekerja migran, dan penguatan ekonomi keluarga menjadi bagian penting dari perjuangan menghadirkan kesejahteraan yang berkeadilan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Seskab Teddy Bertemu Dubes India, Bahas Rencana Kunjungan PM Narendra Modi

57 tahun lalu

Kado Tahun Baru Hijriah, Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih hingga Teologi untuk Sahabat Tuli

57 tahun lalu

10 Keutamaan Bulan Muharram bagi Umat Islam, Nomor 5 Paling Istimewa

57 tahun lalu

Refleksi Tahun Baru Islam, Menag Ajak Muslim Indonesia Tinggalkan Sikap Eksklusif

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal