Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah hendaknya menjadi titik refleksi sekaligus titik tolak untuk membangun optimisme baru. Sebagaimana hijrah Rasulullah SAW melahirkan peradaban Madinah yang maju, inklusif, dan berkeadilan, maka Indonesia hari ini pun membutuhkan keberanian untuk berhijrah dari berbagai keterbatasan menuju kemajuan yang lebih bermakna.
Hijrah bukan sekadar perpindahan, melainkan transformasi. Transformasi dari ketertinggalan menuju kemajuan, dari ketergantungan menuju kemandirian, dari pesimisme menuju optimisme, serta dari wacana menuju aksi nyata. Ketika nilai-nilai hijrah diwujudkan dalam pemberdayaan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pembangunan yang berpihak kepada rakyat, maka hijrah akan menjadi energi perubahan yang sesungguhnya.
Inilah makna Energi Baru Indonesia: Menghadirkan perubahan yang dirasakan rakyat. Dan di Jawa Barat, semangat itu diwujudkan melalui tekad untuk Maju Babarengan, bekerja dengan Aksi Nyata, serta memastikan hasil pembangunan benar-benar Karasa bagi masyarakat.
Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Saatnya berhijrah menuju Indonesia yang lebih maju, adil, sejahtera, dan berdaya saing; Indonesia yang dibangun bersama, untuk kesejahteraan bersama.