Dijelaskan di laman tersebut, Menkes Budi dinilai sebagai sosok yang memenuhi persyaratan baru untuk tata kelola fiskal. Sebagai mantan bankir, dia diyakini dapat membawa ketelitian keuangan yang sangat dibutuhkan WHO.
Sebab, siapa pun yang masuk dalam daftar final calon Dirjen WHO, mereka harus mampu menghadapi konvergensi krisis eksistensial yang dihadapi WHO saat ini.
Meski tidak memiliki background medis atau dunia kesehatan, jabatannya sebagai Menkes Indonesia diklaim cukup memuaskan. Dia dianggap mampu membawa reformasi sistem kesehatan berskala besar setelah pandemi Covid-19.
"Dia dianggap berhasil memodernisasi infrastruktur kesehatan digital Indonesia," ungkap laman tersebut. Gebrakannya di bidang pendidikan kedokteran yang memicu kritik pun menjadi sorotan dalam laman itu. Termasuk dengan Ikatan Dokter Indonesia.
Lalu, Menkes Budi juga dianggap menjadi kandidat kuat yang berpotensi cocok untuk menjembatani kesenjangan antara negara-negara Selatan dan Eropa dalam mendorong reformasi fiskal dan transparansi, sekaligus menjaga harapan agar Amerika Serikat kembali ke WHO.