Sementara itu, pada kelompok sekolah menengah atas (SMA), hipertensi kembali menjadi salah satu temuan penting. Selain tekanan darah tinggi, remaja di jenjang ini juga semakin banyak mengalami gangguan mental dan depresi, karies gigi, risiko TBC, hingga obesitas.
Secara nasional, peningkatan tekanan darah juga menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup banyak ditemukan dalam Program CKG. Data Kemenkes menunjukkan, sekitar21 persen peserta mengalami peningkatan tekanan darah, menjadikannya sebagai masalah kesehatan terbanyak ketiga setelah karies gigi yang mencapai lebih dari 40 persen dan anemia sebesar 27 persen.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan hasil skrining tersebut memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai tantangan kesehatan masyarakat di setiap kelompok usia. Menurutnya, data tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk menyusun intervensi kesehatan yang lebih tepat sasaran.
"Sekarang kami memiliki data kesehatan masyarakat yang jauh lebih lengkap. Kami tahu masalah kesehatan anak SD berbeda dengan anak SMP maupun SMA. Dengan data ini, intervensi pemerintah menjadi lebih tepat sasaran sehingga sumber daya kesehatan dapat digunakan secara lebih efektif," ujar Menkes Budi dalam siaran persnya, Jumat (17/7/2026).
Menurut Budi, Program Cek Kesehatan Gratis kini tidak hanya berfokus pada deteksi dini, tetapi juga mulai memasuki tahap tatalaksana atau pengobatan, khususnya bagi peserta yang terdiagnosis penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus.