“Peristiwa itu terjadi siang hari. Pelakunya sudah tahu. Itu tidak bisa diperdebatkan. Mereka yang menjadi korban tahu. Masyarakat di lokasi juga sudah tahu,” ujar Pigai di Kantor Kementerian HAM, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026).
Pigai juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang menyebarkan opini tanpa dasar. Dia menekankan pentingnya keberanian pihak yang terlibat untuk mengakui perbuatannya.
Insiden penyerangan tersebut menyebabkan 15 warga sipil meninggal dunia dan tujuh orang lainnya mengalami luka-luka. Kasus ini kini menjadi perhatian serius pemerintah dan Komnas HAM untuk mengungkap kebenaran serta memastikan keadilan bagi para korban.