Bareskrim Polri telah menahan dua tersangka dalam kasus ini, yaitu TA dan ARL.
Proyek fiktif itu dibuat PT DSI dengan memakai data penerima investasi (borrower) yang sudah ada dan dicatut seolah-olah memiliki proyek baru. Akibat aksi penipuan itu terdapat 15.000 korban dengan total nilai kerugian mencapai Rp2,4 triliun selama periode 2018-2025.
Dalam kasus ini, Bareskrim telah memblokir total 63 rekening milik PT DSI dan afiliasinya serta menyita uang sebesar Rp4 miliar dari total 41 rekening perbankan. Polisi juga menyita sejumlah kendaraan bermotor yang terindikasi hasil penipuan PT DSI.