DPR Tegaskan Pelemahan Rupiah Belum Seperti Krisis 1998, Fundamental Ekonomi Masih Kuat

Felldy Aslya Utama
Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Demokrat, Marwan Cik Asan. (Foto: Istimewa)

Dia menilai Bank Indonesia (BI) perlu melanjutkan strategi stabilisasi melalui intervensi di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan pasar offshore secara selektif. Namun, dia mengingatkan intervensi dilakukan dengan perhitungan matang agar tidak menggerus cadangan devisa secara berlebihan.

Selain itu, dia menekankan pentingnya penguatan komunikasi kebijakan Bank Indonesia guna menjaga ekspektasi dan kepercayaan pasar.

“Dalam situasi tekanan pasar, persepsi sering kali lebih menentukan dibanding data fundamental itu sendiri. Karena itu forward guidance yang jelas menjadi sangat penting untuk meredam spekulasi,” tuturnya.

Marwan mengapresiasi langkah pembatasan pembelian dolar AS tanpa underlying transaction. Akan tetapi, menurutnya, implementasi kebijakan tersebut harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan kepanikan baru di pasar.

Di sisi lain, dia mendorong pemerintah memperketat pengawasan terhadap repatriasi devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) yang selama ini masih banyak parkir di luar negeri.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Purbaya Ikut Jaga Rupiah Lewat Surat Utang, Akui Prosesnya Perlu Waktu

57 tahun lalu

Purbaya Siap Bantu BI Stabilkan Rupiah Lewat Bond Market

57 tahun lalu

BI Tegaskan Fundamental Makro Ekonomi Solid, Optimistis Rupiah Kembali Menguat

57 tahun lalu

Momen Purbaya Rapat Mendadak di Lobi Kemenkeu, Bahas Pelemahan Rupiah?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal