Kedua, memastikan keamanan dan kelayakan hidup masyarakat di seluruh wilayah Papua. Ketiga, membuka grand design dan road map penyelesaian konflik Papua secara transparan kepada publik.
Keempat, mendorong dialog inklusif yang melibatkan seluruh unsur masyarakat Papua. Kelima, menuntaskan pelanggaran HAM secara adil dan transparan.
Keenam, mengatasi kemiskinan dan ketimpangan pembangunan secara struktural dan berkelanjutan. Ketujuh, memperkuat kolaborasi lintas lembaga dan elemen masyarakat dalam menyelesaikan konflik Papua.
“Penyelesaian konflik Papua tidak dapat dilakukan secara sektoral. Dibutuhkan sinergi dan komitmen bersama seluruh elemen bangsa,” tutur dia.
Yorrys mengatakan, harapan Papua bisa menjadi tanah damai bukanlah hal yang mustahil, namun memerlukan kerja bersama yang konsisten dan berkelanjutan.
“Tanah Damai bukanlah mimpi, tetapi tidak akan pernah terwujud tanpa kolaborasi,” tutur dia.