Menurut Dharma, globalisasi memiliki tiga program besar, yaitu money, power dan control. Program money, sudah sukses dengan bersatunya sistem ekonomi seluruh dunia. Program power, juga sudah sukses dengan masuknya sistem global ke dalam sistem dan struktur pemerintahan di seluruh dunia. Yang ketiga, program control, hampir 80 persen sudah terpenuhi.
"Globalisasi ujung-ujungnya merekayasa kehidupan manusia agar masuk ke dalam sistem ateis atau tidak bertuhan," katanya.
Dharma memaparkan, rekayasa kehidupan (life engineering) tersebut, dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) sejak dunia diciptakan. Di era modern, rekayasa kehidupan dilakukan melalui fase-fase revolusi industri, yang akhirnya bermuara pada bertemunya teknologi informasi dan teknologi komunikasi melalui internet sekitar 20-30 tahun lalu. Sejak itulah globalisasi menjadi gelombang yang sangat dahsyat yang sepertinya tidak bisa dihindari.
Milenial Bijak Berteknologi
Terkait hal itu, Dharma meminta kaum milenial dapat lebih bijak memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Mengingat, teknologi didesain untuk memanipulasi mindset manusia, antara lain dengan cara rekayasa kecerdasan (intelligence engineering), rekayasa konflik (conflict engineering) dan rekayasa serangan (attack engineering).
"Kemajuan teknologi ini hanya pengalihan konsentrasi kita supaya kita tidak punya cukup waktu untuk mengingat Kemahakuasaan Tuhan," katanya.