Prabowo mengungkapkan bahwa produktivitas tambak udang di kawasan tersebut sangat tinggi. Berdasarkan laporan yang diterimanya, satu hektare lahan mampu menghasilkan hingga 40 ton udang.
“Tadi saya diberi laporan suatu hektar bisa menghasilkan 40 ton, luar biasa 40 ton ya. Berarti dan harganya sangat bagus, harganya paling rendah 70 ribu per kilo, 70 ribu per kg, 70 juta ya, 70 juta per ton,” ucapnya.
Dia juga menyoroti dampak ekonomi dari proyek tersebut yang dinilai mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar. Saat ini, sekitar 650 warga setempat bekerja di kawasan tambak tersebut.
“Jadi, ini sangat bagus sangat produktif, berapa tenaga kerja yang bisa diserap? Berapa orang yang kerja sekarang? 650 orang setempat, 650 orang bekerja. Dan kita bangun di Waingapu 2 ribu hektare. Di sini, 65 hektare. Dan sedang dibangun Gorontalo 200 hektare, kita sedang bangun di Jawa Barat 14 ribu hektare, di Pantura. Hanya di sana ikan, di sini udang,” tuturnya.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan pemerintah akan terus mengembangkan proyek-proyek pangan berbasis protein di berbagai daerah. Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, hasil produksi tersebut juga ditujukan untuk meningkatkan ekspor dan mendatangkan devisa bagi negara.
“Di daerah-daerah kita mulai menambah. Kita akan bangun proyek yang menghasilkan protein dan untuk rakyat kita dan juga untuk jual ke luar negeri supaya kita bisa dapat devisa,” ujarnya.