Bungkus Rokok Diseragamkan Dinilai Tak Akan Efektif, Pengamat Usul Perokok Tak Ditanggung BPJS

Niko Prayoga
Pengamat menyarankan langkah lebih tegas, salah satunya dengan mencabut perlindungan jaminan kesehatan alias BPJS Kesehatan bagi perokok. (Foto: Dok)

Agus menambahkan sejumlah negara telah menerapkan kebijakan tegas terhadap aktivitas merokok dan berhasil menekan angka perokok. Dia mencontohkan Singapura dan Thailand yang menerapkan sanksi denda bagi pelanggar aturan merokok.

“Coba lihat negara-negara yang para rokoknya keras pasti didenda. Singapura denda, Thailand denda,” katanya..

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan tengah menyusun Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (RPMK) tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi pada Produk Tembakau dan Rokok Elektronik. Salah satu poin yang diatur adalah standarisasi atau penyeragaman warna kemasan seluruh produk rokok dan vape yang beredar di Indonesia.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr Andi Saguni, mengatakan kebijakan tersebut bertujuan mengurangi daya tarik visual produk tembakau, terutama bagi anak-anak dan remaja. Menurut dia, kemasan rokok selama ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah produk, tetapi juga menjadi sarana promosi.

“Tujuan utama pengaturan kemasan seragam bukan untuk melarang produk yang legal, melainkan untuk mengurangi daya tarik visual yang selama ini membuat produk tembakau lebih menarik bagi anak-anak dan remaja. Kemasan rokok tidak boleh menjadi media promosi yang mendorong generasi muda mulai merokok,” kata dr Andi.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
14 hari lalu

Dirut BPJS Kesehatan Ungkap Kerugian Fraud Turun Jadi Rp6 Triliun

21 hari lalu

MNC Bank Dukung Program JKN lewat Kemitraan CSR BPJS Kesehatan

24 hari lalu

Warning! 400 Ribu Anak Muda Indonesia Sakit Diabetes

24 hari lalu

Mengejutkan! 1 Juta Lebih Peserta BPJS Kesehatan Terdiagnosis Hipertensi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal