JAKARTA, iNews.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berencana akan menyeragamkan warna kemasan rokok tembakau dan rokok elektronik. Namun, sejumlah kalangan menilai kebijakan itu tidak akan efektif menekan jumlah perokok maupun mengurangi daya tarik produk tersebut.
Managing Partner PH&H Public Policy Interest Group sekaligus pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio, menilai kebijakan tersebut tidak akan memberikan dampak signifikan, termasuk bagi anak-anak dan remaja yang menjadi sasaran utama upaya pengendalian konsumsi rokok.
“Nggak akan pengaruh, nggak ada pengaruh,” kata Agus saat dihubungi iNews Media Group, Sabtu (6/6/2026).
Menurutnya, persoalan utama bukan terletak pada desain atau warna kemasan rokok. Agus menilai pemerintah perlu menerapkan kebijakan yang memberikan konsekuensi nyata kepada perokok apabila ingin menurunkan angka konsumsi rokok di Indonesia.
Dia mencontohkan, larangan tanpa adanya sanksi tidak akan efektif mengubah perilaku masyarakat. Karena itu, penyeragaman kemasan dinilai tidak akan memberikan dampak langsung terhadap jumlah perokok.